Terhubung - Kapasitas seorang pemimpin daerah tidak hanya ditentukan oleh visi yang disampaikan, tetapi juga kemampuannya mengelola persoalan dan menggerakkan seluruh organisasi untuk mencapai tujuan pembangunan. Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Universitas Lampung (Unila), dalam podcast bertajuk 3 Prioritas Lampung Maju
Prof. Ayi menjelaskan, proses memilih pemimpin dalam waktu terbatas dapat dilakukan dengan melihat rekam jejak, catatan kinerja, serta gagasan yang disampaikan selama proses seleksi atau pemilihan. Ketiga hal tersebut dapat menjadi indikator awal untuk menilai kapasitas calon pemimpin dalam menghadapi berbagai persoalan.
Menurutnya, gagasan dan pernyataan seorang pemimpin dapat memberikan gambaran mengenai arah organisasi yang akan dipimpinnya, termasuk kemampuan organisasi tersebut dalam menghadapi guncangan dan melakukan perubahan.
“Paling tidak, kriteria leader itu, pertama, punya visi atau tidak. Kedua, bagaimana dia deal with the problem, bagaimana dia mengelola persoalan,” ujar Prof. Ayi dalam podcast dengan tim media Terhubung pada 17 Oktober 2026.
Prof Ayi menegaskan seluruh unsur organisasi perlu diarahkan secara terpadu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kemampuan mengorkestrasi organisasi juga penting dalam kepemimpinan.
“Paling tidak, kriteria leader itu, satu, punya visi atau tidak. Kedua, bagaimana how to deal with the problem, bagaimana dia managing cascading, dia bisa tidak menurunkan semua yang dipikirkan? Tidak di-handle sendiri, tentu, jadi organizational-wide, jadi seluruh organisasi diorkestrasi untuk mencapai tujuan sesuai dengan yang divisikan itu, paling tidak ya.” Ujarnya.

