MEDIA TERHUBUNG - Generasi Z perlu melihat pembangunan tidak hanya dari hasil yang dapat dirasakan saat ini, tetapi juga dari dampaknya terhadap kehidupan generasi mendatang. Pandangan tersebut disampaikan Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Universitas Lampung (Unila), dalam podcast 3 Prioritas Lampung Maju.
Prof. Ayi menjelaskan, pembangunan yang dilakukan oleh para pemimpin saat ini pada dasarnya perlu diarahkan untuk menjamin keberlanjutan bagi generasi berikutnya. Kebijakan dan program pembangunan perlu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat pada masa depan, termasuk generasi muda yang akan menghadapi dampak dari keputusan yang diambil hari ini.
Ia menekankan bahwa keberlanjutan atau sustainability bukan sekadar konsep yang mudah disampaikan, tetapi membutuhkan komitmen dalam pelaksanaannya. Aspek yang perlu diperhatikan mencakup keberlanjutan lingkungan, energi, serta berbagai unsur lain yang berkaitan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
“Gen Z harus melihat itu sesuatu yang sangat urgent dan sangat fungsional, penting untuk masuk dalam wilayah,” ujar Prof. Ayi.
Menurutnya, tantangan berikutnya adalah bagaimana generasi muda merespons persoalan keberlanjutan dengan pendekatan yang sesuai dengan karakter dan cara mereka berpartisipasi. Gen Z tidak cukup hanya memahami pentingnya keberlanjutan, tetapi juga perlu terlibat dalam diskusi dan upaya mencari solusi berdasarkan potensi yang dimiliki daerah.
Pemanfaatan sumber daya lokal dapat menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi. Potensi pertanian, misalnya, dapat dikembangkan melalui inovasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan efisiensi sumber daya dan dampak jangka panjang. Prof. Ayi juga menyinggung bonus demografi yang menjadi peluang bagi Indonesia. Besarnya jumlah penduduk usia produktif dapat menjadi kekuatan pembangunan apabila diiringi dengan keterlibatan dan kemampuan generasi muda dalam merespons tantangan daerah.

