Perkembangan pesat generatif AI menempatkan masyarakat pada lanskap informasi yang serba ambigu. Ketika teks, audio, dan visual dapat diproduksi secara instan dengan presisi luar biasa, standar verifikasi jurnalisme dan akal sehat publik diuji hingga batas maksimal.
Kita membutuhkan kurikulum kewarganegaraan digital yang tidak hanya mengajarkan cara mengoperasikan perangkat gawai, namun melatih nalar kritis dalam menguji setiap klaim fakta yang berseliweran di linimasa.
