MediaTerhubung - Connecting The Future

Krisis Iklim Ancam Terumbu Karang Indonesia, Ekosistem Laut dan Ekonomi Pesisir Terancam

Terumbu karang Indonesia tengah menghadapi ancaman serius akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia. Salah satu dampak paling nyata adalah fenomena pemutihan karang atau coral bleaching yang berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem sekaligus mengancam kehidupan masyarakat pesisir.

Nydia Ariella Atalie
05-11-2026•1 pembaca
Krisis Iklim Ancam Terumbu Karang Indonesia, Ekosistem Laut dan Ekonomi Pesisir Terancam
Pexels

MEDIA TERHUBUNG – Terumbu karang Indonesia tengah menghadapi ancaman serius akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia. Salah satu dampak paling nyata adalah fenomena pemutihan karang atau coral bleaching yang berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem sekaligus mengancam kehidupan masyarakat pesisir.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati laut yang sangat besar. Terumbu karang menjadi salah satu ekosistem penting karena menyediakan habitat bagi berbagai spesies laut, menjaga keseimbangan rantai makanan, serta menopang aktivitas perikanan dan pariwisata bahari. Namun, keberadaan ekosistem ini semakin rentan seiring meningkatnya tekanan lingkungan, terutama akibat krisis iklim global.

Berdasarkan laman National Ocean Service Pemutihan karang terjadi ketika karang mengalami stres lingkungan, khususnya akibat peningkatan suhu air laut. Karang pada kondisi tersebut mengeluarkan alga mikroskopis bernama zooxanthellae yang hidup bersimbiosis di dalam jaringannya. Alga ini berperan penting dalam menyediakan energi melalui fotosintesis sekaligus memberikan warna alami pada karang. Ketika alga tersebut hilang, karang kehilangan sumber energi utama dan memperlihatkan warna putih akibat struktur kalsium karbonatnya.

Fenomena ini bukan sekadar perubahan warna pada ekosistem bawah laut. Jika tekanan suhu berlangsung terlalu lama, karang dapat mengalami kelaparan, penurunan kemampuan reproduksi, peningkatan kerentanan terhadap penyakit, hingga kematian. Hal itu berpotensi mengurangi tutupan karang dan mengganggu keberlangsungan berbagai organisme laut yang bergantung pada terumbu karang sebagai tempat berlindung, mencari makan, dan berkembang biak.

Ancaman terhadap terumbu karang juga diperburuk oleh pengasaman laut. Peningkatan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer menyebabkan sebagian gas tersebut diserap oleh lautan. Proses ini mengubah keseimbangan kimia air laut dan menurunkan pH. Akibatnya, ketersediaan ion karbonat yang dibutuhkan organisme laut untuk membentuk kerangka kalsium karbonat ikut berkurang. 

Persoalan Kerusakan terumbu karang tidak berhenti pada persoalan ekologis. Degradasi ekosistem ini turut membawa konsekuensi sosial dan ekonomi, terutama bagi masyarakat pesisir yang menggantungkan penghidupan pada perikanan dan pariwisata bahari. Berkurangnya kesehatan terumbu karang dapat memengaruhi populasi ikan, menurunkan produktivitas perikanan, serta mengurangi daya tarik destinasi wisata bawah laut.

Komentar & Opini Pembaca2

Menjunjung tinggi etika berkomentar & Pedoman Pemberitaan Media Siber.
B

Bambang Sudiro

25 menit yang lalu

Inisiatif yang luar biasa. Transformasi digital seperti ini sangat dibutuhkan agar potensi daerah tidak tertinggal.

D

Dr. Nurul Hidayati

1 jam yang lalu

Integrasi data real-time antar wilayah akan mempercepat transparansi APBDes dan efisiensi birokrasi.