MediaTerhubung - Connecting The Future

Kemendikdasmen Akui Tata Kelola Guru Masih Bermasalah, 800 Ribu Guru Belum Ikuti PPG

KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah mengakui tata kelola guru di Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan mendasar. Salah satu yang terbesar adalah masih adanya sekitar 800 ribu guru aktif yang belum mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), program yang menjadi syarat memperoleh sertifikat pendidik sekaligus tunjangan profesi.

Nydia Ariella Atalie
28-10-2026•1 pembaca
Kemendikdasmen Akui Tata Kelola Guru Masih Bermasalah, 800 Ribu Guru Belum Ikuti PPG
Canva

Terhubung - KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah mengakui tata kelola guru di Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan mendasar. Salah satu yang terbesar adalah masih adanya sekitar 800 ribu guru aktif yang belum mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), program yang menjadi syarat memperoleh sertifikat pendidik sekaligus tunjangan profesi.

Mengutip pada lama Tempo.co. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq mengatakan pemerintah sedang mempercepat reformasi pengelolaan guru untuk mengatasi berbagai masalah yang selama ini membelit profesi pendidik.

Selain rendahnya angka sertifikasi, pemerintah juga mencatat masih adanya ketimpangan akses pengembangan kompetensi antara guru aparatur sipil negara (ASN) dan non-ASN, beban administrasi yang tinggi, serta distribusi guru yang belum merata.

"Saat ini masih terdapat sekitar 800 ribu guru aktif mengajar yang belum mengikuti PPG," kata Fajar dalam keterangan tertulis pada Selasa, 9 Juni 2026.

Menurutnya, peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru harus berjalan beriringan. Pemerintah, kata Fajar, tidak dapat menuntut profesionalisme guru tanpa memperhatikan kesejahteraan mereka. Sebaliknya, peningkatan kesejahteraan juga harus dibarengi peningkatan kompetensi.

Untuk mengejar ketertinggalan sertifikasi, Kemendikdasmen menargetkan pelaksanaan PPG bagi 230 ribu guru aktif pada 2026. Program tersebut ditujukan bagi guru yang belum memiliki sertifikat pendidik.

Komentar & Opini Pembaca2

Menjunjung tinggi etika berkomentar & Pedoman Pemberitaan Media Siber.
B

Bambang Sudiro

25 menit yang lalu

Inisiatif yang luar biasa. Transformasi digital seperti ini sangat dibutuhkan agar potensi daerah tidak tertinggal.

D

Dr. Nurul Hidayati

1 jam yang lalu

Integrasi data real-time antar wilayah akan mempercepat transparansi APBDes dan efisiensi birokrasi.