MediaTerhubung - Connecting The Future

Karhutla Berpotensi Ganggu Kesehatan, Kabut Asap Picu Iritasi hingga ISPA

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Salah satu dampak yang perlu diperhatikan adalah penurunan kualitas udara akibat kabut asap yang ditimbulkan dari kebakaran.

Nydia Ariella Atalie
22-10-2026•1 pembaca
Karhutla Berpotensi Ganggu Kesehatan, Kabut Asap Picu Iritasi hingga ISPA
pexels

Mengutip informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dalam artikel Kemenkes Anjurkan 8 Tips Kesehatan Bagi Masyarakat, kabut asap akibat kebakaran hutan dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan, mulai dari iritasi mata, hidung, dan tenggorokan hingga memperburuk penyakit pernapasan. 

Paparan kabut asap juga dapat memicu reaksi alergi, peradangan, dan meningkatkan risiko infeksi. Asap kebakaran dapat memperburuk penyakit asma serta penyakit paru-paru kronis, seperti bronkitis kronis dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Kondisi tersebut dapat menurunkan fungsi paru-paru sehingga seseorang lebih mudah merasa lelah dan mengalami kesulitan bernapas. 

Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit paru-paru dan jantung termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap dampak kabut asap. Paparan polusi udara dapat memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan. 

Selain berdampak pada sistem pernapasan, partikel polutan dari asap kebakaran yang mengendap di permukaan juga berpotensi mencemari sumber air bersih dan makanan yang tidak terlindungi. Oleh karena itu, kebersihan air dan keamanan makanan perlu diperhatikan selama terjadi kabut asap.

Kemenkes RI juga menjelaskan bahwa kabut asap dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak perlu mewaspadai gejala gangguan kesehatan, khususnya pada kelompok rentan.

Untuk mengurangi risiko paparan, masyarakat dianjurkan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah. Masyarakat juga perlu segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap. 

Komentar & Opini Pembaca2

Menjunjung tinggi etika berkomentar & Pedoman Pemberitaan Media Siber.
B

Bambang Sudiro

25 menit yang lalu

Inisiatif yang luar biasa. Transformasi digital seperti ini sangat dibutuhkan agar potensi daerah tidak tertinggal.

D

Dr. Nurul Hidayati

1 jam yang lalu

Integrasi data real-time antar wilayah akan mempercepat transparansi APBDes dan efisiensi birokrasi.