MEDIA TERHUBUNG – Kemudahan akses layanan keuangan digital, mulai dari paylater, pinjaman online (pinjol), hingga aplikasi investasi, semakin memengaruhi pola konsumsi masyarakat, khususnya Generasi Z (Gen Z). Di balik kemudahan transaksi hanya melalui Smartphone masih banyak anak muda yang belum memahami risiko bunga, biaya tambahan, hingga potensi gagal bayar dari produk keuangan tersebut.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap meningkatnya perilaku utang konsumtif di kalangan anak muda. Tidak sedikit pengguna yang memanfaatkan fasilitas kredit digital untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup, meskipun kemampuan finansialnya belum tentu mencukupi.
Fenomena tersebut semakin berkembang seiring maraknya konten keuangan di media sosial. Gen Z kerap memperoleh informasi finansial melalui linimasa dan For You Page (FYP), termasuk konten dari influencer yang menawarkan berbagai strategi pengelolaan keuangan hingga cara mencapai kebebasan finansial atau financial freedom.
Sejumlah konten digital juga mempromosikan pinjol dan paylater sebagai solusi praktis untuk mengatur arus kas (cash flow). Promosi semacam ini berpotensi membentuk persepsi bahwa berutang merupakan hal yang wajar untuk memenuhi kebutuhan maupun keinginan konsumtif.
Padahal, kemudahan pembayaran tidak menghilangkan kewajiban finansial. Pengguna tetap harus membayar tagihan sesuai ketentuan, termasuk bunga dan biaya tambahan yang mungkin dikenakan.

