MEDIA TERHUBUNG – Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi arah kebijakan luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dalam satu tahun pertama pemerintahannya, diplomasi Indonesia menunjukkan intensitas yang semakin tinggi melalui berbagai kunjungan kenegaraan, pertemuan bilateral, serta keterlibatan aktif dalam forum regional dan internasional.
Berdasarkan laman Sekretariat Kabinet RI, Presiden Prabowo tercatat melakukan lebih dari 15 kunjungan ke 24 negara, mulai dari Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, hingga Brasil. Aktivitas diplomatik tersebut mencerminkan upaya Indonesia memperluas hubungan internasional sekaligus memperkuat posisi strategisnya di tengah dinamika geopolitik global.
Sejumlah agenda penting mewarnai perjalanan diplomasi tersebut. Pada awal 2025, Prabowo menjadi tamu kehormatan dalam parade Hari Republik India ke-76. Dalam kunjungan itu, ia bertemu dengan Perdana Menteri Narendra Modi dan Presiden Droupadi Murmu untuk membahas penguatan hubungan bilateral.
Pada April 2025, Presiden melanjutkan safari diplomatik ke lima negara Timur Tengah, yakni Qatar, Mesir, Uni Emirat Arab, Turki, dan Yordania. Kunjungan tersebut berfokus pada penguatan kerja sama ekonomi, pertahanan, serta pembahasan stabilitas kawasan.
Diplomasi Indonesia kemudian berlanjut melalui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-46 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Mei 2025. Dalam forum tersebut, Prabowo menyampaikan dukungan terhadap integrasi Timor Leste dan Papua Nugini dalam kerja sama kawasan ASEAN.
Pada Juni 2025, Presiden menghadiri Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg di Rusia dan bertemu Presiden Vladimir Putin. Kedua pemimpin membahas peluang kerja sama di bidang energi nuklir, industri pertahanan, serta investasi.

