MEDIA TERHUBUNG - Di balik besarnya pengaruh influencer di media sosial, terdapat persoalan lain yang perlu mendapat perhatian, yaitu kepentingan dan agenda yang mungkin berada di balik pesan-pesan yang mereka sampaikan. Sebagaimana media tradisional, influencer tidak selalu bekerja secara independen. Mereka bisa terlibat dalam tim khusus yang bertugas menyusun pesan, membangun citra, hingga merancang strategi komunikasi.
Fenomena tersebut juga terlihat dalam penggunaan influencer oleh pemerintah untuk menyampaikan pesan maupun agenda tertentu. Berdasarkan temuan Indonesia Corruption Watch (ICW), keterlibatan influencer dalam aktivitas komunikasi pemerintah dapat ditelusuri melalui anggaran belanja pemerintah untuk kegiatan digital. Dalam periode 2017–2020, ICW menemukan sebanyak 40 paket pengadaan yang menggunakan kata kunci "influencer" atau "key opinion leader" dengan total nilai mencapai Rp90,45 miliar.
Dari keseluruhan paket tersebut, Kementerian Pariwisata tercatat memiliki jumlah terbanyak, yakni 22 paket. Berikutnya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebanyak 12 paket, Kementerian Komunikasi dan Informatika sebanyak empat paket, serta Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pemuda dan Olahraga masing-masing satu paket. Temuan ini memperlihatkan bahwa influencer telah menjadi bagian dari strategi komunikasi institusional pemerintah. Namun, di sisi lain, keterlibatan tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai transparansi, independensi, dan integritas pesan yang disampaikan kepada masyarakat.
Apalagi, sekarang semakin banyak influencer yang ikut berbicara soal politik dan mendukung kandidat tertentu. Dengan jumlah pengikut yang besar, influencer memiliki kemampuan menjangkau audiens secara luas sekaligus membangun kedekatan emosional dengan pengikutnya. Pengaruh tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan popularitas kandidat, terutama di kalangan masyarakat yang memiliki keterbatasan informasi atau belum memiliki ketertarikan yang kuat terhadap isu politik.
Salah satu fenomena yang dapat menjelaskan pengaruh tersebut adalah halo effect atau efek halo. Efek halo merujuk pada kecenderungan seseorang untuk menilai individu secara positif dalam berbagai aspek berdasarkan kesan baik yang dimiliki terhadap individu tersebut dalam satu bidang tertentu. Dengan kata lain, popularitas, penampilan, maupun reputasi influencer dalam dunia hiburan dapat memengaruhi cara pengikutnya memandang keterlibatan influencer tersebut dalam ranah politik.

